<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>dc-09 simply guy</title>
	<atom:link href="http://dc09.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dc09.wordpress.com</link>
	<description>Menyederhanakan kerumitan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 29 Jul 2009 10:10:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dc09.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>dc-09 simply guy</title>
		<link>http://dc09.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dc09.wordpress.com/osd.xml" title="dc-09 simply guy" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dc09.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Wasiat Syaikh Abdullah Shalfiq</title>
		<link>http://dc09.wordpress.com/2009/07/29/wasiat-syaikh-abdullah-shalfiq/</link>
		<comments>http://dc09.wordpress.com/2009/07/29/wasiat-syaikh-abdullah-shalfiq/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 10:10:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dc09</dc:creator>
				<category><![CDATA[ASWJ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dc09.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Syaikh Abdullah Shalfiq : &#8220;Betapapun indahnya negeri itu (Indonesia), namun sesungguh hidup di tempat turunnya wahyu dan dua tanah haram, di bawah naungan hukum syari&#8217;at Islam, sehingga seorang muslim bisa beribadah kepada Allah dengan aman dan tenang, jauh dari tempat-tempat fitnah dan syahwat, adalah lebih baik ratusan kali daripada itu semua.&#8221;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dc09.wordpress.com&amp;blog=782439&amp;post=15&amp;subd=dc09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Syaikh Abdullah Shalfiq :<br />
&#8220;Betapapun indahnya negeri itu (Indonesia), namun sesungguh hidup di tempat turunnya wahyu dan dua tanah haram, di bawah naungan hukum syari&#8217;at Islam, sehingga seorang muslim bisa beribadah kepada Allah dengan aman dan tenang, jauh dari tempat-tempat fitnah dan syahwat, adalah lebih baik ratusan kali daripada itu semua.&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dc09.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dc09.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dc09.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dc09.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dc09.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dc09.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dc09.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dc09.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dc09.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dc09.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dc09.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dc09.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dc09.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dc09.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dc09.wordpress.com&amp;blog=782439&amp;post=15&amp;subd=dc09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dc09.wordpress.com/2009/07/29/wasiat-syaikh-abdullah-shalfiq/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7c3fd875d31081738790e71808d2a19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dc-09</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Zakat IV (Manfaat Zakat Hati dan Zakat Harta (Maal))</title>
		<link>http://dc09.wordpress.com/2007/11/05/zakat-iv-manfaat-zakat-hati-dan-zakat-harta-maal/</link>
		<comments>http://dc09.wordpress.com/2007/11/05/zakat-iv-manfaat-zakat-hati-dan-zakat-harta-maal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Nov 2007 14:27:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dc09</dc:creator>
				<category><![CDATA[ASWJ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dc09.wordpress.com/2007/11/05/zakat-iv-manfaat-zakat-hati-dan-zakat-harta-maal/</guid>
		<description><![CDATA[Senin, 08 November 2004 &#8211; 00:51:27 :: kategori Fiqh Penulis: Al Akh Syamsu Muhajir &#160; A. Definisi zakat Secara bahasa, zakat artinya “berkembang dan bertambah dalam kebaikan dan kesempurnaan.” Dikatakan, sesuatu itu zakat, jika sesuatu itu berkembang baik menuju kesempurnaan. Sesuatu bisa berkembang dengan baik apabila keadaan sesuatu itu bersih dari kotoran dan penyakit. Seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dc09.wordpress.com&amp;blog=782439&amp;post=14&amp;subd=dc09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="article-index-meta"> 			Senin, 08 November 2004 &#8211; 00:51:27			 :: kategori <a href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=arsip&amp;cat_id=3">Fiqh</a></p>
<p class="article-index-meta">Penulis: Al Akh Syamsu Muhajir</p>
<p class="article-index-content">&nbsp;</p>
<p> 				A. Definisi zakat<br />
Secara bahasa, zakat artinya “berkembang dan bertambah dalam kebaikan dan kesempurnaan.” Dikatakan, sesuatu itu zakat, jika sesuatu itu berkembang baik menuju kesempurnaan.</p>
<p>Sesuatu bisa berkembang dengan baik apabila keadaan sesuatu itu bersih dari kotoran dan penyakit. Seperti halnya badan kita, hewan dan tumbuhan bisa berkembang dengan baik jika keadaannya baik dan bersih dari kotoran dan segala penyakit. Demikian pula hati manusia bisa berkembang dengan baik dan sempurna manakala hati itu baik serta bersih dari kotoran dan segala penyakit.</p>
<p>B. Zakat Hati<br />
Dosa dan kemaksiatan yang dilakukan manusia laksana hama pada tumbuhan. Ibarat pasir pada emas dan perak. Demikian pula penyakit hati seperti hasud, sombong, congkak, merendahkan manusia, bodoh, besar kepala, keras hati menjadi penghambat berkembangnya hati. Bahkan terkadang sampai mematikan hati seperti halnya hama yang menghambat pertumbuhan tanaman dan bahkan mematikannya.</p>
<p>Maka, agar hati itu menjadi baik dan agar hati berkembang ke arah kebaikan dan kesempurnaan maka hati itu harus dibersihkan terlebih dahulu dari segala penyakit dan kotorannya. Caranya ialah dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang diharamkan Allah, menjauhi kemaksiatan dan yang dilarang Allah dan banyak bertaubat kepada-Nya.<br />
Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p>قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ(30)<br />
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman hendaknya mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (An-Nur: 30)</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatakan di dalam ayat ini bahwa sucinya hati itu terjadi setelah menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan, yaitu menundukkan pandangan dari yang diharamkan Allah Ta’ala.</p>
<p>Allah Ta’ala telah menguji kita dengan memberikan nafsu senang melihat sesuatu yang indah-indah, senang melihat wanita berwajah cantik, tetapi harus diketahui bahwa yang disenangi oleh nafsu itu ada yang diharamkan dan ada yang dihalalkan. Apabila seseorang sanggup menahan nafsunya dari yang diharamkan Allah, maka Allah akan mengganti dengan yang lebih baik seperti sejuknya hati, tenangnya hati, senang dan gembiranya hati.</p>
<p>Dalam hadits disebutkan,<br />
َمْن تَرَكَ شَيْئًا ِللهِ عَوْضُهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرًا مِنْهُ (رواه أحمد بسند صحيح)<br />
“Barangsiapa meninggalkan sesuatu (yang haram) karena Allah niscaya Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.” (HR Ahmad dengan sanad shahih)</p>
<p>Mengingat hati itu selalu terikat dengan sesuatu yang dicintainya, maka ketika hatinya bersih, hanya Allah yang dicintainya maka dia hanya menghamba dan tunduk kepada Allah saja. Sedangkan jika di hati itu sudah bercabang kecintaannya pada selain Allah, maka dia akan tunduk kepada apa yang dia cintai. Perbuatan manusia ikut pada kemauan dan keadaan hatinya.</p>
<p>Dalam ayat lain Allah berfirman,<br />
وَإِنْ قِيلَ لَكُمُ ارْجِعُوا فَارْجِعُوا هُوَ أَزْكَى لَكُمْ<br />
“Apabila dikatakan kepadamu kembalilah maka kembalilah karena ini lebih suci bagi kalian.” (Ath-Thur: 28)</p>
<p>Ayat ini menerangkan orang yang meminta izin atau bertamu tetapi pemilik rumah belum berkenan menerimanya sehingga dia memohon agar sang tamu kembali kemudian tamu ini mengikuti permohonannya maka itu lebih suci bagi yang bertamu.</p>
<p>Jadi supaya hati bisa berkembang dengan baik menuju kebaikan dan kesempurnaan adalah dengan membersihkan terlebih dahulu dari dosa dan maksiat dan membersihkannya dari penyakit-penyakitnya.</p>
<p>Adapun perkara yang dapat menjadikan hati berkembang dan yang dapat menjadikan hati baik, sempurna, dan suci adalah “tauhid,” yaitu persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang hak selain Allah (لا إله إلاالله)</p>
<p>Tauhid bukan hanya sebagai pengembang hati tetapi juga berfungsi sebagai pembersih hati yaitu membersihkan keyakinan-keyakinan (aqidah) yang batil, membersihkan hati dari keinginan-keinginan yang tidak benar dan tauhid (لا إله إلاالله) merupakan bahan dasar yang menjadikan hati tumbuh dan berkembang dengan baik, yaitu ketika tidak ada lagi di hatinya tuhan-tuhan selain Allah, tidak ada lagi kemauan dan keinginan kecuali karena Allah. Di hatinya hanya ada Allah dan kebenaran yang bisa berbuah menjadi amalan ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah.</p>
<p>Maka dari itu, tidak ada pelajaran yang melebihi ketinggian dan kemuliaan tauhid karena faidahnya yang fundamental karena yang dipelajari adalah Dzat Yang Maha Agung dan Maha Mulia dan aqidah merupakan dasar bangunan Islam setiap muslim yang menjadi penentu kekokohan dan rapuhnya ke-Islaman seseorang.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman:<br />
وَوَيْلٌ لِلْمُشْرِكِينَ(6)الَّذِينَ لَا يُؤْتُونَ الزَّكَاةَ<br />
“Celakalah orang-orang musyrik yang mereka itu tidak menunaikan zakat.” (Fush-shilat: 5-6)</p>
<p>Kebanyakan ahli tafsir menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan kata “zakat” di ayat ini adalah “tauhid.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir)<br />
Di samping tauhid, amalan ketaqwaan dan ketaatan kepada Allah juga berfungsi sebagai pembersih dan mensucikan hati. Allah Ta’ala berfirman:<br />
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا(9)<br />
“Sungguh beruntung orang yang mensucikan hatinya.” (Asy-Syams:9)</p>
<p>Juga firman-Nya:<br />
فَقُلْ هَلْ لَكَ إِلَى أَنْ تَزَكَّى(18)<br />
“Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri?” (An –Naazi’at: 18)<br />
Zakkaa pada ayat ini adalah amalan ketaatan kepada Allah.</p>
<p>Namun demikian bagi orang yang telah dikaruniai taufiq dan hidayah oleh Allah mampu menjalankan ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah tidak diperbolehkan untuk merasa dan menganggap dirinya sudah bersih dan suci. Allah Ta’ala berfirman:<br />
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يُزَكُّونَ أَنْفُسَهُمْ<br />
“Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mengganggap dirinya bersih.” (an-Nisa’: 49)</p>
<p>فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ<br />
“Maka, janganlah kalian mengatakan dirimu suci.” (an-Najm: 32)<br />
Pada hakikatnya hanya Allah yang menjadikan seseorang itu bersih dan suci dan hanya Allah Ta’ala yang mengabarkan kebersihan dan kesucian seseroang.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman:<br />
بَلِ اللَّهُ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ<br />
“tetapi Allah yang membersihkan/mensucikan siapa yang Dia kehendaki.” (An-Nisa”49)</p>
<p>Maka manfaat hati yang sudah dizakati (dibersihkan) akan dapat memudahkan seseorang untuk menerima kebenaran, senang dalam menerima hidayah/petunjuk dari Allah. Lapang dada menerima Islam, senang dan gembira dalam menjalankan ketaqwaan kepada-Nya. Sedangkan jika hati kotor maka yang terjadi adalah sebaliknya, yakni sulit menerima kebenaran dan petunjuk, sempit dan sesak dadanya terhadap syariat Islam dan berat untuk menjalankan ketaqwaan kepada Allah.</p>
<p>C. Zakat Harta<br />
Adapun manfaat zakat harta adalah seperti yang difirmankan Allah:</p>
<p>خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا<br />
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.” (At-Taubah: 103)</p>
<p>Allah mengumpulkan dalam ayat ini tentang manfaat zakat harta yaitu membersihkan dan mensucikan karena harta tidak akan suci/berkembang tanpa dibersihkan terlebih dahulu.</p>
<p>Lebih jauh Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah menerangkan manfaat zakat harta itu, sebagai berikut:<br />
1. Untuk menyempurnakan keislaman seorang hamba karena zakat termasuk rukun Islam. Rasulullah (Shalallahu ‘alaihi wassallam) bersabda:<br />
بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ</p>
<p>Islam itu dibangun di atas lima dasar mengucapkan syahadat bahwa tidak ada ilah yang hak selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan sholat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan haji ke Baitul Haram.</p>
<p>2. Sebagai bukti benarnya iman orang yang berzakat karena nafsu itu sangat senang pada harta maka seseorang tidak akan menyerahkan hartanya kecuali karena menginginkan sesuatu yang lebih baik dari harta itu yaitu ridho Allah yang nilainya jauh lebih baik dan lebih sempurna untuk hamba.</p>
<p>3. Untuk mensucikan akhlak orang yang berzakat karena dengan zakat dia akan keluar dari golongan orang-orang yang bakhil/pelit dan masuk pada golongan orang-orang derma.</p>
<p>4. Zakat dapat melapangkan dada dan menenangkan hati tetapi dengan dua syarat yaitu :<br />
4a. Ketika mengeluarkan zakat harus lapang dada bukan dengan terpaksa, sehingga hati akan mengikutinya karena hatinya akan gelisah ketika seseorang meninggalkan kebiasaan baiknya.<br />
4b. Dia harus sanggup mengeluarkan hartanya dari hatinya sebelum dikeluarkan dari tangannya, karena tidak bermanfaat mengeluarkan dengan tangannya tetapi masih diikat oleh hatinya.</p>
<p>5. Sebagai bentuk kesempurnaan iman karena kita senang manakala saudara kita memberikan hartanya pada kita dan begitu pula saudara kita akan senang kalau kita beri dia harta.</p>
<p>Rasulullah (Shalallahu ‘alaihi wassallam) bersabda :<br />
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ<br />
“Tidaklah beriman salah seorang dari kalian sampai mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri.”(HR. Muslim)</p>
<p>6. Zakat menjadi sebab masuk surga karena surga itu diperuntukkan bagi orang baik pembicaraannya, suka menebar salam, memberi makan dan orang yang shalat malam ketika manusia sedang tidur.</p>
<p>“Surga itu bagi orang yang memperbagus pembicaraannya, suka menebar salam, suka memberi makan, dan mendirikan shalat malam sedangkan manusia sedang tidur.” (HR. Tirmidzi hadits hasan shahih)</p>
<p>7. Menjadikan masyarakat muslimin seperti satu keluarga, munculnya sifat kepedulian orang yang mampu kepada orang yang lemah, yang kaya kepada yang miskin, menyadari bahwa saudaranya yang lemah dan miskin butuh derma dan kepeduliannya, sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadanya.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman:<br />
وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ<br />
“Berbuatlah ihsan/kebaikan sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.” (Al-Qashash: 77)</p>
<p>8. Zakat dapat meredam sifat memberontaknya orang-orang fakir. Perbedaan sosial yang mencolok sering memunculkan ketidakharmonisan sosial. Si kaya naik mobil, si fakir berjalan kaki. Si kaya tinggal di istananya, si fakir tidur beralas tikar dan berselimut angin dingin. Si kaya makan segala yang dia mau, si fakir harus menguras tenaga dan keringat hanya untuk sesuap nasi. Tetapi jika si kaya bersifat derma dan peduli pada saudaranya maka ini dapat menenangkan keadaan dan meredam kecemburuan sosial dan meredam munculnya benih-benih pemberontakan si miskin terhadap si kaya.</p>
<p>9. Zakat dapat mencegah dosa-dosa harta seperti pencurian, perampasan, perampokan dan penipuan. Karena orang miskin merasa bahwa pada orang kaya ada haknya yang ditahan, sehingga menghambat terlaksananya kebutuhan si miskin.</p>
<p>10. Zakat dapat menyelamatkan dari panasnya hari kiamat.<br />
Rasulullah (Shalallahu ‘alaihi wassallam) bersabda:<br />
كُلُّ امْرِئٍ فَى ظِلِّ صَدَقَتِهِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ<br />
“Setiap orang dalam naungan shodaqohnya pada hari kiamat.” (HR. Ahmad)</p>
<p>11. Zakat dapat mendorong manusia untuk mengetahui dan mempelajari syariat dan hukum Allah karena zakat tidak bisa dilaksanakan tanpa didahului ilmu.</p>
<p>12. Zakat dapat menumbuhkan dan mengembangkan harta, karena zakat melindungi harta dari penyakit-penyakitnya dan Allah akan memberkati harta yang bersih. Dalam hadits disebutkan:<br />
مَا نَقَصَتْ صَدَقٌة مِنْ مَالٍ<br />
“Tidaklah zakat itu mengurangi harta.” (HR. Bukhori)</p>
<p>Seringnya penyakit harta itu dapat memberangus harta secara keseluruhan seperti kebakaran, kebangkrutan, atau sakit yang menguras hartanya.<br />
13. Zakat itu dapat menjadi sebab turunnya  kebaikan, dalam hadits disebutkan:</p>
<p>“Tidaklah suatu kaum menolak zakat harta mereka kecuali mereka telah menolak turunnya hujan dari langit.” (HR. Ibnu Majah)</p>
<p>14. Zakat dapat meredam murka Allah.</p>
<p>15. Zakat dapat mencegah dari mati jelek (su’ul khotimah). Dalam hadits disebutkan:<br />
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الصَّدَقَةَ لَتُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ وَتَدْفَعُ عَنْ مِيتَةِ السُّوءِ<br />
Dari Anas Radliyallahu ‘anhu dia berkata, “Rasulullah (Shalallahu ‘alaihi wassallam) bersabda,” Zakat itu dapat meredam murka Allah dan mencegah mati jelek.” (HR. Tirmidzi)</p>
<p>16. Zakat itu mencegah turunnya bala’ dari langit.</p>
<p>17. Zakat dapat menghapus kesalahan dan dosa, Rasulullah (Shalallahu ‘alaihi wassallam) bersabda, “<br />
وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ<br />
“Shodaqoh/zakat itu dapat memghapus kesalahan sebagaimana air dapat meredam api.” (HR. Tirmidzi, hadits hasan shahih).</p>
<p>Inilah manfaat zakat hati dan zakat harta semoga kita mampu melaksanakannya dengan baik dan benar.</p>
<p class="article-index-content">&nbsp;</p>
<p class="article-index-content">(Dikutip dari artikel Manfaat Zakat Hati dan Zakat Harta (Maal), ditulis oleh Panitia Ramadhan majelis Taklim dan Dakwah As-Sunnah, al Akh Syamsu Muhajir dengan muraja’ah Al Ustadz Usamah Mahri, Malang. Dikirim via Email oleh Akhi Khudori, Malang dan edit oleh redaksi)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dc09.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dc09.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dc09.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dc09.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dc09.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dc09.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dc09.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dc09.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dc09.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dc09.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dc09.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dc09.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dc09.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dc09.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dc09.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dc09.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dc09.wordpress.com&amp;blog=782439&amp;post=14&amp;subd=dc09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dc09.wordpress.com/2007/11/05/zakat-iv-manfaat-zakat-hati-dan-zakat-harta-maal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7c3fd875d31081738790e71808d2a19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dc-09</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Zakat III (Anjuran dalam Menunaikan Zakat)</title>
		<link>http://dc09.wordpress.com/2007/11/05/zakat-iii-anjuran-dalam-menunaikan-zakat/</link>
		<comments>http://dc09.wordpress.com/2007/11/05/zakat-iii-anjuran-dalam-menunaikan-zakat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Nov 2007 14:26:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dc09</dc:creator>
				<category><![CDATA[ASWJ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dc09.wordpress.com/2007/11/05/zakat-iii-anjuran-dalam-menunaikan-zakat/</guid>
		<description><![CDATA[Ahad, 07 November 2004 &#8211; 03:44:55 :: kategori Fiqh Penulis: Al Ustadz Qomar Su&#8217;aidi, Lc &#160; Firman Allah Ta’ala (yang artinya) : &#8220;Ambillah zakat dari sebagian harta mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka&#8221; . (At Taubah : 103) Ayat ini mengajarkan untuk mengambil sedekah dari hartanya kaum mu&#8217;minin, baik itu shodaqoh yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dc09.wordpress.com&amp;blog=782439&amp;post=13&amp;subd=dc09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="article-index-meta"> 			Ahad, 07 November 2004 &#8211; 03:44:55			 :: kategori <a href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=arsip&amp;cat_id=3">Fiqh</a></p>
<p class="article-index-meta">Penulis: Al Ustadz Qomar Su&#8217;aidi, Lc</p>
<p class="article-index-content">&nbsp;</p>
<p align="right"> Firman Allah Ta’ala (yang artinya) : &#8220;Ambillah zakat dari sebagian harta mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka&#8221; . (At Taubah : 103)</p>
<p>Ayat ini mengajarkan untuk mengambil sedekah dari hartanya kaum mu&#8217;minin, baik itu shodaqoh yang ditentukan (zakat) ataupun yang tidak ditentukan (tathowa) demi untuk membersihkan mereka dari kotornya kebakhilan dan rakus. Juga mensucikan mereka dari kehinaan dan kerendahan dari mengambil dan makan haknya orang fakir. Dan juga untuk menumbuh kembangkan harta mereka dan mengangkatnya dengan kebaikan dan keberkahan akhlak dan mu&#8217;amalah sampai mengantarkan mereka menjadi orang yang berhak mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.</p>
<p>Firman Allah Ta&#8217;ala: &#8220;Dan pada harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.&#8221; (Adz-Dzariyat : 19)</p>
<p>Dalam ayat ini Allah Ta&#8217;ala telah mengkhususkan sifat-sifat yang mulia dengan berbuat baik. Dan kebaikan mereka nampak jelas dari menegakkan shalat malam, memohon ampun di waktu malam dengan beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah sebagaimana kebaikan mereka yang nampak jelas dalam memberi dan menunaikan haknya orang-orang fakir demi kasih sayang dan rohmah bagi mereka.</p>
<p>Firman Allah Ta’ala (yang artinya) : &#8220;(Yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat.&#8221; (Al Hajj:41)</p>
<p>Allah telah menjanjikan dengan menunaikan zakat merupakan tujuan untuk bisa tegak dan kokoh di muka bumi ini. Sabda Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam : &#8220;Tiga perkara yang aku bersumpah atas tiga perkara tersebut dan menceritakan kepada kalian maka jagalah : Tidak akan berkurang harta yang dishodaqohkan dan tidak seorang hamba dianiaya dengan satu kedholiman kemudian dia bersabar (atas kedholiman) kecuali Allah akan menambahkan baginya dengan kemuliaan. Dan tidaklah seorang hamba membuka pintu meminta-minta kecuali Allah akan membaginya pintu kefakiran.&#8221; (Turmudzi Kitab Az-Zuhd 4:487(2325) dari hadits Abi Habsyah)</p>
<p>Dari masih banyak hadits-hadits tentang anjuran untuk menunaikan zakat serta keutamaan-keutamaannya.</p>
<p>Ancaman Bagi yang Tidak Menunaikan Zakat</p>
<p>Telah banyak dalil-dalil baik itu dari Al-Kitab ataupun As-Sunnah tentang ancaman keras bagi orang yang bakhil dengan zakat dan enggan untuk mengeluarkannya.</p>
<p>Firman Allah Ta’ala (yang artinya) : &#8220;Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka jahanam lalu dibakar dengannya dahi mereka lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka :&#8221;Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang akibat dari apa yang kamu simpan itu&#8221; (At Taubah : 34-35).</p>
<p>Firman Allah Ta’ala (yang artinya) : &#8220;Sekali-sekali janganlah orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu kelak akan dikalungkan di lehernya di hari kiamat.&#8221; (Ali Imron : 180)</p>
<p>Oleh karenanya harta yang tidak ditunaikan zakatnya maka itu termasuk harta simpanan yang pemiliknya akan disiksa dengannya pada hari kiamat, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam : &#8220;Tidaklah seseorang yang memiliki emas atau perak kemudian tidak ditunaikan haknya, apabila datang hari kiamat dibentangkan baginya batu-batu yang lebar dari neraka kemudian dia akan dipanggang di atas batu-batu itu di dalam neraka jahannam kemudian disetrika perut, dahi dan punggungnya. Setiap kali sudah dingin maka akan dikembalikan seperti semula yang satu hari adalah sama dengan 50.000 tahun sampai diputuskan perkaranya diantara manusia maka dia akan melihat jalannya, apakah ke surga atau neraka.&#8221; (HR. Muslim Kitab Zakat 7:67 no. 2287 dari hadits Abu Hurairah)</p>
<p>Kemudian lanjutan hadits ini Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam menyebutkan orang yang memiliki onta, sapi dan kambing yang tidak ditunaikan zakatnya akan mengalami nasib yang sama pula dari siksa di hari kiamat.</p>
<p>Juga sabda Beliau shallallahu &#8216;alaihi wa sallam yang lain : &#8220;Barang siapa yang Allah telah berikan harta kepadanya kemudian dia tidak menunaikan zakatnya maka pada hari kiamat nanti hartanya akan berujud ular yang botak yang mempunyai dua titik hitam diatas kepalanya yang mengalunginya kemudian mengambil dengan kedua sisi mulutnya sambil berkata: &#8220;Aku adalah simpananmu, aku adalah hartamu&#8221;. Kemudian beliau membaca ayat: &#8220;Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang telah Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya, menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka, sebenarnya bahwa kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka, harta-harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan di lehernya kelak di hari kiamat.&#8221;<br />
(HR. Bukhori Kitab Zakat 3:268 no.1403 dari hadits abu Hurairah; Muslim Kitab Zakat 7:74 no. 2294)</p>
<p>Hukum Bagi yang Tidak Mau Membayar Zakat</p>
<p>Dalam hal ini ada beberapa kriteria dari orang-orang yang tidak mau membayar zakat :<br />
1.  Seorang yang tidak mau membayar zakat tapi masih meyakini akan wajibnya.<br />
Para ulama menghukumi bahwa pelakunya berdosa dan tidak mengeluarkannya dari keislamannya. Kepada penguasa (hakim) agar memaksa pelakunya supaya mau membayar zakat serta memberikan hukuman pelajaran kepadanya (tahdzir). Dan mengambil hak zakat dari orang tersebut sesuai dengan kewajibannya, tidak boleh lebih. Kecuali pendapatnya Imam Ahmad dan Imam Syafi&#8217;i (pendapat lama) maka mengambilnya separuh dari hartanya sebagai hukuman baginya. Sebagaimana hadits dari Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam : &#8220;… Dan barang siapa yang tidak mau menunaikannya (zakat) maka kami akan mengambilnya dan separuh hartanya adalah hak dari hak-hak wajib bagi Tuhan kami, tidak halal bagi keluarga Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wa sallam darinya sedikitpun.&#8221; (HR. Ahmad, Abu Dawud, Nasa&#8217;i, Hakim, Baihaqi dari Bahz bin Hakim dari bapaknya dari kakeknya).</p>
<p>Adapun Ibnu Taimiyah menghukumi orang yang seperti itu adalah kafir dalam batinnya, walaupun secara dzahir tidak dikafirkan, akan tetapi disikapi seperti sikapnya orang-orang murtad yang diberi kesempatan bertaubat tiga kali, kalau tidak mau bertaubat maka hukumnya dibunuh. (lihat Fatawa 7:611, mausu&#8217;ah Fiqh Ibnu Taimiyah 2:877; Mughni 4:67; majalah Buhuts Islamiyah Darul ifla&#8217; edisi 58 tahun 1420H hal. 11; Fiqh Sunnah 1:403)</p>
<p>2. Kalau yang tidak mau membayar zakat itu sekelompok orang yang mereka memiliki kekuatan tapi masih berkeyakinan akan wajibnya.</p>
<p>Para ulama menghukumi agar diperangi sampai mereka mau membayar zakat sebagaimana kisahnya Abu Bakar Ash-Shiddiq dalam memerangi orang-orang yang tidak mau membayar zakat. (HR. Jama&#8217;ah dari Abu Hurairah)</p>
<p>Juga haditsnya Ibnu Umar ra. bahwasanya Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda : &#8220;Aku telah diperintahkan untuk memerangi manusia supaya mereka bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan (bersaksi) bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mereka menegakkan sholat dan menunaikan zakat, maka kalau mereka telah mengerjakannya terjagalah dari darah dan harta mereka kecuali haknya Islam dan hisab mereka di sisi Allah.&#8221;<br />
(HR. Bukhari &amp; Muslim)</p>
<p>3. Tidak mau membayar zakat dengan mengingkari akan wajibnya.</p>
<p>Berkata Ibnu Qudamah : &#8220;Barang siapa yang mengingkari karena jahil (tidak tahu) atau dia termasuk orang yang tidak tahu karena baru masuk Islam atau dia tinggal di daerah terpencil yang jauh dari daerah yang mengetahui akan wajibnya maka tidak dikafirkan. Adapun kalau dia seorang muslim yang tinggal di negeri Islam di tengah-tengah ahli ilmu maka hukumnya murtad.&#8221;<br />
(Mughni 4:6-7)</p>
<p>(Dikutip dari tulisan ustadz Qomar Sua&#8217;idi, Lc, yang diarsipkan eks. tim Zisonline, al akh Fikri Thalib)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dc09.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dc09.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dc09.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dc09.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dc09.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dc09.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dc09.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dc09.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dc09.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dc09.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dc09.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dc09.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dc09.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dc09.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dc09.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dc09.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dc09.wordpress.com&amp;blog=782439&amp;post=13&amp;subd=dc09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dc09.wordpress.com/2007/11/05/zakat-iii-anjuran-dalam-menunaikan-zakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7c3fd875d31081738790e71808d2a19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dc-09</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Zakat II (Hukum-hukum seputar zakat fitrah)</title>
		<link>http://dc09.wordpress.com/2007/11/05/zakat-ii-hukum-hukum-seputar-zakat-fitrah/</link>
		<comments>http://dc09.wordpress.com/2007/11/05/zakat-ii-hukum-hukum-seputar-zakat-fitrah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Nov 2007 14:26:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dc09</dc:creator>
				<category><![CDATA[ASWJ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dc09.wordpress.com/2007/11/05/zakat-ii-hukum-hukum-seputar-zakat-fitrah/</guid>
		<description><![CDATA[Ahad, 07 November 2004 &#8211; 03:51:24 :: kategori Fiqh Penulis: Al Ustadz Qomar Su&#8217;aidi, Lc Berkata Ibnul Atsir : &#8220;Zakat fitrah (fithr) adalah untuk mensucikan badan&#8221; (An Nihayah 2:307) Berkata Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Atsqolani menukil perkataannya Abu Nu&#8217;aim: &#8220;Disandarkan shodaqoh kepada fithr (berbuka) disebabkan karena wajibnya untuk berbuka dari bulan Ramadhan.&#8221; Adapun pendapatnya Ibnu Qutaibah: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dc09.wordpress.com&amp;blog=782439&amp;post=12&amp;subd=dc09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ahad, 07 November 2004 &#8211; 03:51:24 :: kategori Fiqh<br />
Penulis: Al Ustadz Qomar Su&#8217;aidi, Lc</p>
<p>Berkata Ibnul Atsir : &#8220;Zakat fitrah (fithr) adalah untuk mensucikan badan&#8221; (An Nihayah 2:307)</p>
<p>Berkata Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Atsqolani menukil perkataannya Abu Nu&#8217;aim: &#8220;Disandarkan shodaqoh kepada fithr (berbuka) disebabkan karena wajibnya untuk berbuka dari bulan Ramadhan.&#8221;</p>
<p>Adapun pendapatnya Ibnu Qutaibah:<br />
&#8220;Yang dimaksud zakat Fitrah adalah zakat jiwa, istilah itu di ambil dari kata fitrah yang merupakan asal dari kejadian.&#8221; Pendapat ini dilemahkan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar dan yang benar adalah pendapat yang pertama.<br />
(lihat Fathul Baari 3:367)</p>
<p>Sabda Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam:<br />
&#8220;Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat Fithr (fitrah) satu sha&#8217; dari kurma atau satu sha&#8217; dari gandum kepada budak atau yang merdeka, laki-laki atau perempuan anak kecil ataupun dewasa dari kaum muslimin dan Beliau menyuruh untuk dibayar sebelum manusia keluar untuk shalat (&#8216;ied).&#8221; (HR. Bukhari Kitab Zakat 3:367 no. 1503 dari hadits Ibnu Umar)</p>
<p>Hukum zakat Fithr</p>
<p>Zakat fitri itu wajib berdasarkan hadits (dari) Ibnu Umar radhiallahu&#8217;anhuma :<br />
&#8220;Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri kepada manusia pada bulan Ramadhan.&#8221; (Riwayat Bukhari (3/291) dan Muslim (984) dan tambahan pada Muslim)</p>
<p>Dan berdasarkan hadits Ibnu Abbas radhiallahu&#8217;anhuma &#8220;Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat fitri.&#8221; (Riwayat Abu Dawud (1622) dan An Nasaai (5/50) padanya ada Al-Hasan yang ber&#8217;an-&#8217;anah. Dan hadits sebelumnya sebagai penguat.)</p>
<p>Sebagian ahlul ilmi menyatakan bahwa zakat fitri telah mansukh oleh hadits Qais bin Sa&#8217;ad bin Ubadah ra., beliau berkata:<br />
&#8220;Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam memerintahkan kami dengan shadaqah fitri sebelum diturunkannya (kewajiban) zakat dan tatkala diturunkan (kewajiban) zakat beliau tidak memerintahkan kami dan tidak pula melarang kami, tapi kami mengerjakannya.(mengeluarkan zakat fitri).&#8221;</p>
<p>Al-Hafidz rahimahullah menjawab sangkaan tersebut dengan perkataannya (3/368):<br />
&#8220;Bahwa pada sanadnya ada seorang periwayat yang tidak dikenal. (Akan tetapi hadits tersebut memiliki penguat, dan dikeluarkan oleh An-Nasaai (5/49) dan Ibnu Majah (1/585) dan Ahmad (6/6) dan Ibnu Khuzaimah (4/81) dan Al-Hakim (1/410) dan Al-Baihaqi (4/159) dari beberapa jalan. Dan sanadnya SHAHIH.).&#8221;</p>
<p>Dan kalaupun dianggap shahih tidak ada dalil yang menunjukkan atas naskh-nya (hadits Qais yang menunjukkan wajibnya zakat fitr) karena mungkin Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam mencukupkan dengan perintah yang pertama, karena turunnya suatu kewajban tidaklah menggugurkan kewajiban yang lain.&#8221;</p>
<p>Imam Al-Khathib rahimahullah berkata pada Ma&#8217;alimus &#8211; Sunan (2/214):<br />
&#8220;Ini tidak menunjukkan hilangnya kewajiban zakat fitrah, tapi hanya menunjukkan tambahan dalam jenis ibadah, tidak mengharuskan dimansukhnya hukum sebelumnya, namun zakat harta, tempat zakat fithr berkaitan dengan riqah (=orang per orang).</p>
<p>Bagi siapa diwajibkan membayarnya ?</p>
<p>Zakat fithr wajib atas kaum muslimin, anak kecil, besar, lelaki, perempuan, merdeka, dan hamba. Berdasarkan hadits Abdullah bin Umar radhiallahu&#8217;anhuma: &#8220;Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithr sebanyak satu shaa&#8217; korma atau satu shaa&#8217; gandum atas hamba dan orang merdeka, kecil dan besar dari kalangan muslimin.&#8221; (Riwayat Bukhari (3/291) dan Muslim (984).)</p>
<p>Sebagian ahlul ilmi mewajibkannya pada hamba yang kafir karena hadits Abu Hurairah radhiallahu &#8216;anhu: &#8220;Hamba tidak ada zakatnya kecuali zakat fithr&#8221; (Riwayat Muslim (982))</p>
<p>Hadits ini umum sedangkan hadits Ibnu Umar khusus, sudah maklum hadits khusus jadi penentu hadits umum. Yang lain berkata: &#8220;Tidak wajib atas orang puasa karena hadits Ibnu Abbas radhiallahu &#8216;anhuma: &#8220;Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithr pensuci bagi yang puasa dari perbuatan sia-sia, jelek dan makanan bagi kaum miskin.&#8221; (Telah lewat takhrijnya)</p>
<p>Al-Khathabi rahimahullah (Ma&#8217;alimus Sunan 3/214) menegaskan: &#8220;Zakat fitri wajib juga atas orang puasa yang kaya atau fakir yang mendapatkannya dari makanan dia, jika &#8216;illat (alasan-pent) diwajibkannya karena pensucian, seluruh yang puasa butuh akan itu, jika berserikat dalam &#8216;illat berserikat juga dalam hukum&#8221;. Al-Hafidz menjawab (3/369): &#8220;Penyebutan pensucian disebutkan untuk menghukumi yang dominan, zakat fithr diwajibkan pula atas orang yang tidak berpuasa (berdosa) seperti yang diketahui keshalihannya atau orang yang masuk Islam sesaat sebelum terbenamnya matahari.&#8221;</p>
<p>Sebagian lagi berpendapat bahwa zakat fithr wajib juga atas janin, tapi kami tidak menemukan dalil akan hal itu, karena janin tidak bisa disebut kecil atau besar, baik menurut masyarakat ataupun istilah.</p>
<p>Macam jenis zakat fithr<br />
Zakat fitri dikeluarkan berupa satu shaa&#8217; gandum, satu shaa&#8217; korma, satu shaa&#8217; susu, satu shaa&#8217; anggur kering atau salt, karena hadits Abu Said Al-Khudri ra.: &#8220;Kami mengeluarkan zakat pada zaman Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam satu shaa&#8217; makanan, satu shaa&#8217; gandum, satu shaa&#8217; korma, satu shaa&#8217; susu kering, satu shaa&#8217; anggur kering,&#8221; (Riwayat Bukhari (3/294) dan Muslim (985))</p>
<p>Dan hadits Ibnu Umar radhiallahu &#8216;anhuma : Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam mewajibkan satu shaa&#8217; gandum, satu shaa&#8217; korma, satu shaa&#8217; salt.&#8221;<br />
(Dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah (4/80) dan Al-Hakim (1/408-410))</p>
<p>Telah berikhtilaf dalam tafsir lafadz makanan dalam hadits Abi Said Al-Khudri ra., ada yang bilang artinya gandum bagus, ada yang bilang yang lainnya, yang membuat hati ini tenang lafadz masalah di atas mencakup seluruh yang dimakan termasuk hinthah dan jenis lainnya, dilebatkan dan dihaluskan, semua dilakukan oleh para shahabat, berdasarkan hadits Ibnu Abbas radhiallahu&#8217;anhuma :<br />
&#8220;Rasulullah menyuruh kami mengeluarkan zakat dari anak kecil, besar, budak dan merdeka, barangsiapa yang belum jadi &#8230; akan menjawab: &#8220;Barangsiapa yang mengeluarkan berupa tepung diterima, barangsiapa yang menerima berupa adonan diterima.&#8221; (Dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah (4/80), sanadnya SHAHIH)</p>
<p>Dari beliau juga Rasulullah bersabda:<br />
&#8220;Zakat fithr satu shaa&#8217; makanan, barangsiapa yang membawa gandum diterima, yang membawa korma diterima, yang membawa salt diterima, yang membawa anggur kering diterima, aku kira beliau berkata pula: yang membawa adonan diterima&#8221; (Dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah (4/80), sanadnya SHAHIH. Oleh karena itu Ibnu Khuzaimah menguraikan biografinya dengan bab (Ikhrajul Jami&#8217;ul fi shadaqatul Fithr.)</p>
<p>Adapun hadits-hadits yang menafikan adanya gandum (hinthah) atau bahwasanya Muawiyah radhiallahu&#8217;anhu berpendapat untuk mengeluarkan dua mud dari smara (gandum) Syam, dan bahwa zamud hinthah sebanding dengan satu shaa&#8217;, ini dimungkinkan karena jarangnya dan banyaknya jenis yang lain, atau karena jenis-jenis hinthah itu melebihi yang ada di sini. Ini dikuatkan oleh perkataan Abu Said: &#8220;Dulu makanan kami gandum, anggur kering, susu dan korma&#8221;<br />
(Telah lewat takhrijnya)</p>
<p>Yang memutuskan perbekalan muallif, pembahasan yang akan datang dalam penjelasan ukuran/jumlah zakat fithr, menurut hadits-hadits shahih yang menegaskan adanya hinthah bahwa dua mud hinthah sama dengan satu shaa&#8217; anggur, agar kaum muslimin mendudukkan shahabat sesuai dengan kedudukan mereka, bahwa pendapat Muawiyah bukanlah ijtihad yang dia pikirkan, tapi berdasarkan hadits marfu&#8217; sampai kepada Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam.</p>
<p>Ukuran Zakat Fithr</p>
<p>Seorang Muslim dibolehkan mengeluarkan zakat fithr sesuai dengan jenis yang disebutkan tadi, mereka ikhtilaf tentang takaran gandum, ada yang mengatakan: setengah shaa&#8217; ini yang rajih dan paling shahih, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam: &#8220;Tunaikanlah satu shaa&#8217; gandum atau korma, untuk dua orang satu shaa&#8217;, dari gandum atas orang merdeka, hamba, kecil atau besar&#8221;. (Dikeluarkan oleh Ahmad (5/432) dari Tsa&#8217;labah bin Shuair sanad rawinya seluruhnya tsiqoh, ada syahid oleh Daraqutni (2/151) dari Ibnu Abi dengan sanad shahih)</p>
<p>Shaa&#8217; yang teranggap adalah shaa&#8217;-nya penduduk Madinah, berdasarkan hadits Ibnu Umar radhiallahu &#8216;anhuma:<br />
&#8220;Timbangan-timbangan pedagang gandum memakai takaran orang Madinah.&#8221;<br />
(Riwayat Abu Dawud (2340), Nawawi (7/281),Baihaqi (6/31) dari Ibnu Umar&#8230;&#8230;. diriwayatkan pula oleh Baihaqi (2/161) dari jalan lain dari Ali. Hadits Ali, munqathi juga ada jalan lagi mauquf dari Ibnu Umar, dalam Ibnu Abi Syaibah &#8220;Mushannaf&#8221; (4/37) dengan sanad shahih, hingga dengan &#8211; jalan-jalan ini &#8211; jadi hasan.)</p>
<p>Siapa yang harus dikeluarkan zakatnya<br />
Seorang muslim mengeluarkan untuk dirinya dan seluruh orang yang mempersiapkannya bagi anak kecil dan orang tua, lelaki dan wanita, orang merdeka dan budak &#8220;Kami diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam (mengeluarkan) shadaqah fitri atas anak kecil dan orang tua, orang merdeka dan seorang hamba dari orang-orang yang membekalinya.&#8221;<br />
(Dikeluarkan oleh Ad-Daraqutni (2/141) dan Al-Baihaqi (4/161) dari Ibnu Umar dengan sanad yang lemah. Dan dikeluarkan oleh Al-Baihaqi (4/161) dari jalan lain dari Ali, dan (sanadnya) terputus. Tetapi punya jalan yang sampai kepada Ibnu Umar, pada Ibnu Abi Syaibah di dalam &#8220;Al-Mushannaf&#8221; (4/37) dengan sanad yang SHAHIH maka hadits tersebut dengan beberapa jalan (menjadi) HASAN.)</p>
<p>Kepada siapa disalurkannya</p>
<p>Dan zakat tidak boleh diberikan kecuali kepada orang yang berhak menerimanya dan mereka adalah orang-orang miskin berdasarkan hadits Ibnu Abbas radhiallahu &#8216;anhuma: &#8220;Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat fitri sebagai pembersih (diri) bagi yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perbuatan kotor dan sebagi makanan bagi orang-orang miskin.&#8221; (Telah lewat takhrijnya)</p>
<p>Dan pendapat inilah yang dipilih oleh Syaikhul Islam di dalam Majmu Al-Fatawa (25/71-78) serta murid beliau Ibnul Qayyim pada kitabnya yang qayyim (tegak) Zaadul Ma&#8217;ad (2/44).</p>
<p>Dan sebagian Ahlul Ilmi berpendapat bahwa zakat fitri diberikan kepada delapan golongan dan (pendapat) ini tidak ada dalilnya. Dan Syaikhul Islam telah membantahnya pada kitab yang telah disebutkan baru saja, maka lihatlah ia, karena hal tersebut sangata penting.</p>
<p>Dan termasuk dari (amalan) sunnah jika ada seseorang yang mengumpulkan zakat tersebut (untuk dibagikan kepada yang berhak, pent). Sungguh Nabi telah mewakilkan kepada Abu Hurairah radhiallahu&#8217;anhu berkata: &#8220;Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam mengkhabarkan kepada aku agar aku menjaga zakat Ramadhan.&#8221; (Dikeluarkan oleh Bukhari (4/396))</p>
<p>Dan sungguh dahulu pernah Ibnu Umar radhiallahu &#8216;anhuma mengeluarkan zakat kepada orang-orang yang menangani zakat dan mereka adalah panitia yang dibentuk oleh Imam (pemerintahan, pent) untuk mengumpulkannya dan hal tersebut (dilakukan) satu hari atau dua hari sebelum &#8216;Iedul fitri,&#8221;</p>
<p>Dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah (4/83) dari jalan Abdul Warits dari Ayyub: &#8220;Aku katakan: Kapankah Ibnu Umar mengeluarkan satu shaa&#8217;? berkata Ayyub; &#8220;Apabila petugas telah duduk (bertugas), aku katakan: Kapankah petugas itu mulai bertugas? beliau menjawab: Satu hari atau dua hari sebelum &#8216;Iedul fitri.&#8221;</p>
<p>Waktu Penunaian zakat</p>
<p>Zakat fitri ditunaikan sebelum orang-orang keluar (rumah) menuju shalat &#8220;ied dan tidak boleh diakhirkan (setelah) shalat atau dimajukan penunaiannya kecuali satu hari atau dua hari (sebelum &#8216;Ied) berdasarkan riwayat perbuatan Ibnu Umar radhiallahu &#8216;anhu berdasarkan kaidah rawi hadits diketahui dengan makna riawayat &#8211; dan apabila penunaian zakat itu diakhirkan (setelah) shalat maka zakat tu (berubah menjadi) suatu shadaqah dari beberapa (jenis) shadaqah berdasarkan hadits Ibnu Abbas radhiallahu &#8216;anhuma: &#8220;&#8230;&#8230;Barangsiapa yang menunaikan zakatnya sebelum shalat maka dia adalah zakat yang diterima, dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka dia adalah merupakan suatu shadaqah dari beberapa shadaqah (yang ada).&#8221; (Lihat pada kitab &#8220;Ahkamul Iedain fis Sunnah Al Muthaharah&#8221; karya, Ali Hasan Ali Abdul Hamid, cet. Maktabah Al-Islamiyah.)</p>
<p>Hikmah zakat fithr</p>
<p>Allah Ta&#8217;ala mewajibkan zakat fithr sebagai pensucian diri bagi orang-orang yang berpuasa dari (perbuatan) sia-sia dan kotor serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin untuk mencukupi (kehidupan) mereka pada hari yang bagus tersebut berdasarkan hadits Ibnu Abbas radhiallahu &#8216;anhuma yang telah lalu. (Lihat Sifat Puasa Nabi karya syaikh Salim Al-Hilali hal:101- 107)</p>
<p>(Dikutip dari tulisan ustadz Qomar Sua&#8217;idi, Lc, yang diarsipkan eks. tim Zisonline, al akh Fikri Thalib)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dc09.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dc09.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dc09.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dc09.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dc09.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dc09.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dc09.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dc09.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dc09.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dc09.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dc09.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dc09.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dc09.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dc09.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dc09.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dc09.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dc09.wordpress.com&amp;blog=782439&amp;post=12&amp;subd=dc09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dc09.wordpress.com/2007/11/05/zakat-ii-hukum-hukum-seputar-zakat-fitrah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7c3fd875d31081738790e71808d2a19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dc-09</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Zakat I (definisi dan hikmah)</title>
		<link>http://dc09.wordpress.com/2007/11/05/zakat-i-definisi-dan-hikmah/</link>
		<comments>http://dc09.wordpress.com/2007/11/05/zakat-i-definisi-dan-hikmah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Nov 2007 14:26:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dc09</dc:creator>
				<category><![CDATA[ASWJ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dc09.wordpress.com/2007/11/05/zakat-i-definisi-dan-hikmah/</guid>
		<description><![CDATA[Definisi Zakat dan Hikmah disyariatkannya Ahad, 07 November 2004 &#8211; 03:36:50 :: kategori Fiqh Penulis: Al Ustadz Qomar Su&#8217;aidi, Lc Definisi Zakat 1. Menurut Bahasa (lughoh) Dari asal kata &#8220;zakkaa &#8211; yuzakkii &#8211; tazkiyatan &#8211; zakaatan&#8221; yang berarti : 1. Thoharoh (membersihkan/mensucikan) Firman Allah Ta’ala (yang artinya) : &#8220;Ambillah zakat dari sebagian harta mereka dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dc09.wordpress.com&amp;blog=782439&amp;post=11&amp;subd=dc09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Definisi Zakat dan Hikmah disyariatkannya<br />
Ahad, 07 November 2004 &#8211; 03:36:50 :: kategori Fiqh<br />
Penulis: Al Ustadz Qomar Su&#8217;aidi, Lc</p>
<p>Definisi Zakat</p>
<p>1. Menurut Bahasa (lughoh)</p>
<p>Dari asal kata &#8220;zakkaa &#8211; yuzakkii &#8211; tazkiyatan &#8211; zakaatan&#8221; yang berarti :<br />
1. Thoharoh (membersihkan/mensucikan)<br />
Firman Allah Ta’ala (yang artinya) : &#8220;Ambillah zakat dari sebagian harta mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.&#8221; (At-Taubah:103)</p>
<p>2. Namaa&#8217; (tumbuh /berkembang)<br />
Firman Allah Ta’ala (yang artinya) : &#8220;Allah memusnahkan ribaa&#8217; dan menyuburkan sedekah&#8221; (Al-Baqarah:276)</p>
<p>Sabda Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dari hadits Abu Rabsyah Al-An Maary. &#8220;Harta tidak akan berkurang dengan dishodaqohkan&#8221;<br />
(HR. Tirmidzi, kitab Az Zuhd jilid 4 hal. 487 no. 2325, kata Imam Tirmidzi &#8220;Hadits ini hasan shohih&#8221;)</p>
<p>Berkata Al Hafidz Ibnu Hajar Al-Atsqolani : &#8220;Tanaman itu telah Zakka, yakni berkembang &amp; tumbuh&#8221; (Fathul Baari, kitab zakat jilid 3 hal. 262)</p>
<p>3. Al-Barokah<br />
Firman Allah Ta’ala (yang artinya) : &#8220;Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya&#8221; (Saba&#8217; : 39)</p>
<p>Sabda Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dari hadits Abu Hurairoh radhiallohu anhu : Allah Ta&#8217;ala berfirman dalam hadits qudsi: &#8220;Hai anak Adam berinfaklah niscaya Aku akan berinfak untukmu&#8221;. (HR. Bukhori, Kitab Tafsir surat Hud 8 : 352 (4684); Muslim, Kitab Zakat 7:81 no. 2305)</p>
<p>4. Al-Madh (Pujian)<br />
Dalam hadits Abu Hurairoh tentang kisah Zainab Ummul Mukminin : &#8221; . . . Bahwa Zainab namanya adalah Barroh maka dikatakan &#8216;Dia memuji dirinya&#8217; maka Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam menamainya Zainab.&#8221; (HR. Muslim, Kitab Al Azab Juz 14, hal. 346 no. 5572)</p>
<p>5. Amal Sholeh<br />
Firman Allah Ta’ala (yang artinya) : &#8220;Dan kami menghendaki supaya tuhan mereka mengganti mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu&#8221; Imam Al-Farro&#8217; mengatakan: arti &#8216;yang lebih baik kesuciannya&#8217; adalah yang lebih baik amal sholehnya. (lihat An Nihayah karya Ibnu Al Atsir jilid 2 hal. 307; Lisanul Arab karya Ibnul Mandzur jilid 6 hal 64-65)</p>
<p>II. Menurut Hukum (Istilah syara&#8217;)</p>
<p>1. Pendapatnya Al-Hafidz Ibnu Hajar :<br />
&#8220;Memberikan sebagian dari harta yang sejenis yang sudah sampai nashob selama setahun dan diberikan kepada orang fakir dan semisalnya yang bukan dari Bani Hasyim dan Bani Mutholib.&#8221; (Al-Fath 3:262)</p>
<p>2. Pendapat Ibnu Taimiyah :<br />
&#8220;Memberikan bagian tertentu dari harta yang berkembang jika sudah sampai nishob untuk keperluan tertentu.&#8221; (Mausu&#8217;ah Fiqh Ibnu Taimiyah 2 : 876; Fatawa 25:8)</p>
<p>3. Pendapat Syaikh Abdullah Al-Bassaam :<br />
&#8220;Hak wajib dari harta tertentu, untuk golongan tertentu pada waktu tertentu.&#8221; (Taudhihul Ahkam 3:5)</p>
<p>III. Zakat Dalam Bahasa Al-Qur&#8217;an</p>
<p>Sedangkan Al-Qur&#8217;an Al-Karim telah menyebutkan tentang zakat dengan berbagai ungkapan, terkadang dengan ungkapan zakat, shodaqoh, infaq/nafaqoh dan Al-&#8217;afwu.</p>
<p>1. Zakat<br />
Ungkapan ini paling banyak disebutkan bahkan sering digabungkan dengan perintah shalat sampai diulang dalam 82 ayat<br />
(lihat Taudih al akham 3:5).<br />
Firman Allah Ta’ala (yang artinya) : &#8220;Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan rukulah beserta orang-orang yang ruku&#8221;<br />
(Al Baqoroh : 43)</p>
<p>2. Shodaqoh<br />
Firman Allah Ta’ala (yang artinya) : &#8220;Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu …&#8221;<br />
(At Taubah : 103)</p>
<p>3. Infaq/Nafaqoh<br />
Firman Allah Ta’ala (yang artinya) : &#8220;Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.&#8221;<br />
(Al Baqoroh:267)</p>
<p>4. Al-&#8217;Afwu<br />
Firman Allah Ta’ala (yang artinya) : &#8220;Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: yang lebih dari keperluan&#8221;<br />
(Al Baqoroh:219)</p>
<p>Hukum Menunaikan Zakat</p>
<p>Zakat merupakan salah satu dari rukun Islam yang lima dan termasuk dari pondasi Islam yang agung. Maka hukumnya adalah wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi persyaratan. Dasarnya adalah dari Al Qur&#8217;an, As Sunnah dan Ijma&#8217;.</p>
<p>Firman Allah Ta&#8217;ala: &#8220;Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus.&#8221; (Al-Bayyinah :5)</p>
<p>Sabda Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam :<br />
&#8220;Islam dibangun di atas lima dasar, bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam adalah hamba dan utusanNya, menegakkan sholat, menunaikan zakat, menunaikan haji ke Baitullah dan berpuasa di bulan Ramadhan.&#8221;<br />
(lihat Bukhari Kitabul Iman 1:49 (8) dari hadits Ibnu Umar, Muslim, Kitabul Iman 2:130(113).</p>
<p>Sabda Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam ketika mengutus Muadz bin Jabbal ra. ke negeri Yaman : &#8220;Terangkanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka untuk mengeluarkan zakat yang dipungut dari orang-orang kaya diantara mereka untuk diberikan kepada orang-orang fakir dari mereka&#8221;. (HR. Muslim Kitabul Iman 1:147(121))</p>
<p>Adapun Ijma&#8217;, maka kaum muslimin disetiap masa telah ijma&#8217; akan wajibnya zakat. Juga para sahabat telah sepakat untuk memerangi orang-orang yang tidak mau membayarnya dan menghalalkan darah dan harta mereka karena zakat termasuk dari syi&#8217;ar Islam yang agung. (Mughni, karya Ibnu Qudamah 4:5)</p>
<p>Syaikh Abdullah Al Bassam menerangkan (Taudihul ahkam:3/12):<br />
Para ulama berselisih kapan diwajibkannya zakat, akan tetapi pendapat yang paling kuat adalah bahwa kewajiban zakat di tetapkan dalam tiga fase:</p>
<p>1. Zakat diwajibkan secara mutlak tidak ada batasan atau rincian akan tetapi hanya perintah untuk memberi, memberi makan dan berbuat baik, ini berlangsung ketika sebelum Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam hijrah. Allah berfirman: &#8220;Pada harta-harta mereka ada hak orang yang meminta dan …&#8221;, didalam surat Fushilat Allah mengancam yang tidak mengeluarkan zakat; &#8220;Orang-orang yang tidak mengeluarkan zakat&#8221;, dalam surat Al-Mudatsir Allah memasukkan orang-orang yang tidak memberi makan orang miskin sebagai Al-Mujrimin (orang yang berdosa) &#8220;&#8230; dan Tidak memberi makan orang miskin&#8221;. (Al-Mudatsir : 44)</p>
<p>2. Tahun kedua Hijriyah diterangkanlah hukum zakat dengan rinci, diterangkan harta yang wajib dizakati dan kadar nishabnya serta jumlah yang harus dikeluarkan sebagai zakat&#8221;.</p>
<p>3. Tahun kesembilan Hijriyah ketika manusia masuk Islam dengan berbondong-bondong dan semakin luas daerah Islam Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam mengirim petugas-petugas untuk mengambil zakat .</p>
<p>Hikmah Disyariatkannya Zakat</p>
<p>Diantara hikmah disyari&#8217;atkannya zakat adalah :<br />
a. Menguatkan rasa kasih sayang antara si kaya dengan si miskin. Hal ini dikarenakan fitrahnya jiwa manusia adalah senang terhadap orang yang berbuat kebaikan (berjasa kepadanya).</p>
<p>b. Mensucikan dan membersihkan jiwa serta menjauhkan jiwa dari sifat kikir dan bakhil.</p>
<p>c. Membiasakan seorang muslim untuk memiliki sifat belas kasihan.</p>
<p>d. Memperoleh keberkahan, tambahan dan ganti yang lebih baik dari Allah Ta&#8217;ala.</p>
<p>e. Sebagai ibadah kepada Allah Ta&#8217;ala<br />
(lihat Risalah Fi Zakat oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz).</p>
<p>(Dikutip dari tulisan ustadz Qomar Sua&#8217;idi, Lc, yang diarsipkan eks. tim Zisonline, al akh Fikri Thalib)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dc09.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dc09.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dc09.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dc09.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dc09.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dc09.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dc09.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dc09.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dc09.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dc09.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dc09.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dc09.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dc09.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dc09.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dc09.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dc09.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dc09.wordpress.com&amp;blog=782439&amp;post=11&amp;subd=dc09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dc09.wordpress.com/2007/11/05/zakat-i-definisi-dan-hikmah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7c3fd875d31081738790e71808d2a19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dc-09</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BuBar (Buka Bareng)</title>
		<link>http://dc09.wordpress.com/2007/11/05/bubar-buka-bareng/</link>
		<comments>http://dc09.wordpress.com/2007/11/05/bubar-buka-bareng/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Nov 2007 14:25:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dc09</dc:creator>
				<category><![CDATA[ASWJ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dc09.wordpress.com/2007/11/05/bubar-buka-bareng/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah jadi acara rutin pada bulan puasa, sore hari pas magrib (waktu membatalkan puasa) orang-orang pada berkumpul bersama untuk menikmati hidangan buka puasa. Momen inilah dimana kebersamaan bisa di jalin dalam satu ikatan agama atau bahkan antar agama di bulan yang penuh rahmat. Acara Buka Bareng sebenarnya bisa menjadi acara yang mendatangkan lebih banyak lagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dc09.wordpress.com&amp;blog=782439&amp;post=10&amp;subd=dc09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah jadi acara rutin pada bulan puasa, sore hari pas magrib (waktu membatalkan puasa) orang-orang pada berkumpul bersama untuk menikmati hidangan buka puasa. Momen inilah dimana kebersamaan bisa di jalin dalam satu ikatan agama atau bahkan antar agama di bulan yang penuh rahmat.</p>
<p>Acara Buka Bareng sebenarnya bisa menjadi acara yang mendatangkan lebih banyak lagi pahala bagi para pelakunya, Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita beberapa amalan yang sederhana bisa dilakukan pada saat momen buka puasa, antara lain :</p>
<ul>
<li>Makan berjamaah, Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda :“Berkumpullah kalian menikmati makanan dan sebutlah nama Allah, kalian akan diberkahi padanya.” (HR. Abu Dawud, Ahmad, dan Ibnu Majah, dihasankan oleh Al Albani dalam Shahih Abi Dawud)</li>
</ul>
<ul>
<li>Berbuka dengan kurma, Dari Anas bin Malik radhiyallahu &#8216;anhu berkata, &#8220;Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam biasa berbuka dengan ruthab (kurma muda) sebelum shalat, jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan kurma, jika tidak ada kurma, beliau minum dengan satu tegukan air.&#8221; (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah).</li>
</ul>
<ul>
<li>Membukakan orang yang berpuasa,  Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda, &#8220;Barangsiapa memberi makan seorang yang berpuasa, ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi sedikitpun pahalanya.&#8221; (HR Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).</li>
</ul>
<ul>
<li>Mempercepat berbuka, Imam Nawawi rahimahullah dalam kitabnya Riyadlus Shalihin membawakan beberapa hadits Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam yang mengisyaratkan disunnahkannya mendahulukan berbuka puasa, diantaranya :</li>
</ul>
<blockquote><p>&#8220;Selalu manusia itu berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.&#8221; (HR. Bukhari dan Muslim).</p></blockquote>
<blockquote><p>Dari Sahl bin Sa&#8217;ad radhiyallahu &#8216;anhu, Rosulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda, &#8220;Umatku akan terus dalam sunnahku selama mereka tidak menunggu bintang ketika berbuka (puasa).&#8221; (HR Ibnu Hibban).</p></blockquote>
<blockquote><p>Menyegerakan buka berarti menyelisihi Yahudi dan Nashara. Dari Abu Hurairah radhiyallahu &#8216;anhu, Rosulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda, &#8220;Agama ini akan terus jaya selama menyegerakan buka, karena orang Yahudi dan Nashara mengakhirkannya.&#8221; (HR Abu Dawud, Ibnu Hibban).</p></blockquote>
<ul>
<li>Berdoa dengan doa yang di sunnahkan, Rasullullah Shalallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) : “ Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka setiap siang dan malam dalam bulan Ramadhan, dan semua orang muslim yang berdo&#8217;a akan dikabulkan do&#8217;anya&#8221; [Hadits Riwayat Bazzar 3142, Ahmad 2/254 dari jalan A'mas, dari Abu Shalih dari Jabir, diriwayatkan oleh Ibnu Majah 1643 darinya secara ringkas dari jalan yang lain, haditsnya shahih. Do'a yang dikabulkan itu ketika berbuka, sebagaimana akan datang penjelasannya, lihat Misbahuh Azzujajah no. 60 karya Al-Bushri]</li>
</ul>
<p>Semoga acara-acara buka puasa yang kita ikuti sesuai dengan ajaran dari Rasullullah Shalallahu &#8216;alaihi wa sallam dan mendapatkan berkah dan pahala di dalamnya. Amin. Wallahu A’lam.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dc09.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dc09.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dc09.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dc09.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dc09.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dc09.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dc09.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dc09.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dc09.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dc09.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dc09.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dc09.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dc09.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dc09.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dc09.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dc09.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dc09.wordpress.com&amp;blog=782439&amp;post=10&amp;subd=dc09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dc09.wordpress.com/2007/11/05/bubar-buka-bareng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7c3fd875d31081738790e71808d2a19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dc-09</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bloging untuk lingkungan hidup</title>
		<link>http://dc09.wordpress.com/2007/11/05/bloging-untuk-lingkungan-hidup/</link>
		<comments>http://dc09.wordpress.com/2007/11/05/bloging-untuk-lingkungan-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Nov 2007 14:25:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dc09</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mother Nature]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dc09.wordpress.com/2007/11/05/bloging-untuk-lingkungan-hidup/</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dc09.wordpress.com&amp;blog=782439&amp;post=9&amp;subd=dc09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blogactionday.org"> <img src="http://blogactionday.org/images/action_234x60.jpg" alt="Bloggers Unite - Blog Action Day" /> </a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dc09.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dc09.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dc09.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dc09.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dc09.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dc09.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dc09.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dc09.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dc09.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dc09.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dc09.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dc09.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dc09.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dc09.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dc09.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dc09.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dc09.wordpress.com&amp;blog=782439&amp;post=9&amp;subd=dc09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dc09.wordpress.com/2007/11/05/bloging-untuk-lingkungan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7c3fd875d31081738790e71808d2a19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dc-09</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blogactionday.org/images/action_234x60.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Bloggers Unite - Blog Action Day</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sosial engineering akses masuk bandara*</title>
		<link>http://dc09.wordpress.com/2007/10/17/sosial-engineering-akses-masuk-bandara/</link>
		<comments>http://dc09.wordpress.com/2007/10/17/sosial-engineering-akses-masuk-bandara/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Oct 2007 04:09:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dc09</dc:creator>
				<category><![CDATA[ICT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dc09.wordpress.com/2007/10/17/sosial-engineering-akses-masuk-bandara/</guid>
		<description><![CDATA[Adakalanya pada saat mudik seperti ini anda memerlukan bantuan sanak sodara untuk mengangkat barang-barang bawaan sampai ke depan check-in point, kadang saking sayangnya anda juga ingin di antar sampai ruang tunggu, atau ada yang sekedar iseng saja ingin melihat isi bandara seperti apa. Yang jelas jangan gunakan cara ini untuk hal-hal yang sia-sia atau merugikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dc09.wordpress.com&amp;blog=782439&amp;post=8&amp;subd=dc09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Adakalanya pada saat mudik seperti ini anda memerlukan bantuan sanak sodara untuk mengangkat barang-barang bawaan sampai ke depan check-in point, kadang saking sayangnya anda juga ingin di antar sampai ruang tunggu, atau ada yang sekedar iseng saja ingin melihat isi bandara seperti apa. Yang jelas jangan gunakan cara ini untuk hal-hal yang sia-sia atau merugikan orang lain.</p>
<p>Saat ini hampir semua penerbangan menggunakan sistem ticketing yang mereka sebut e-Ticketing, walau sesungguhnya ga bener2 full e-Ticketing, karena anda harus tetap membawa kupon terbang untuk melewati beberapa pintu hingga sampai di dalam pesawat. Dan pada masa peralihan ini juga ada banyak celah yang bisa di manfaatkan, salah satunya mendapatkan izin akses untuk masuk ke ruang tunggu pertama (check-in point)</p>
<p>Ada beberapa penerbangan yang bisa dipakai untuk melakukan hal ini, kita ambil contoh saja Mandala dan Garuda. OK, mari kita mulai. Untuk Mandala, silahkan pergi ke http://book.mandalaair.com daftar dan lakukan sign in ke sistem e-Ticketing-nya, pilih jadwal penerbangan sesuai dengan bandara yang ingin anda masuki pada hari / tanggal yang sesuai pula dengan waktu yang anda kehendaki (jangan dodol dengan memilih tanggal yang sudah lewat), lakukan proses pembelian sampai dengan muncul borang “itenary” atau e-Ticketing sementara (karena ga bisa di pake buat terbang soalnya belum di bayar), didalam borang itu jelas tertulis nama (sesuai KTP), tanggal dan rute terbang yang di inginkan. Cetak borang tiket tersebut di selembar kertas, bisa kertas A4 biasa, atau untuk lebih meyakinkan cetak di kertas rangkap (karbonasi) untuk printer dot matrix (yang biasa dipake travel2 agent).</p>
<p>Pada waktu yang telah di tetapkan, lebih bagus lagi mepet 45-30 menit sebelum keberangkatan (bisa di pake sebagai alasan anda terburu-buru harus check-in) bawa borang tiket tersebut (jangan lupa siapkan KTP yang sesuai dengan nama tercetak, ga perlu di sertakan, tapi siapkan saja siapa tau di minta petugasnya). Buat seolah-olah anda terburu-buru untuk masuk ke dalam ruang check-in, namun tetap tenang ketika ada di depan petugas pemeriksaan tiket, kadang ada beberapa petugas yang hanya cukup melihat kertas anda ditangan (walau terlipat), kadang ada petugas meminta untuk di berikan &amp; di cek, ada pula yang sampai meminta KTP, namun intinya banyak yang belum tau bagaimana memverifikasi sebuah borang e-Ticketing Mandala itu sudah di bayar atau belum</p>
<p>Penerbangan ke-2 adalah Garuda, yang konon merupakan penerbangan kelas-1. Syarat nya anda harus sudah pernah memiliki borang e-Ticketing garuda, silahkan di “scan &amp; OCR kan ke dokumen text“atau di ketik ulang, kemudian sesuaikan tanggal dan rute terbang bandara yang hendak di masuki, jangan lupa nama yang tertulis harus sesuai dengan KTP, setelah itu cetak seperti cara sebelumnya. Dan laksanakan uji coba di hari yang sesuai dengan jadwal terbang yang tercetak</p>
<p>*Cara ini sudah di coba semua oleh penulis dan berhasil (tentu saja dengan menyiapkan cadangan tiket flight sesungguhnya, jaga-jaga k’lo2 sampe ketahuan) dan mohon untuk yang ingin mencobanya dapat melihat kembali urgensi dan kenyamanan orang lain, dan kegagalan bukan menjadi tanggungan penulis :p nantikan tulisan cara masuk ke ruang tunggu keberangkatan</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dc09.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dc09.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dc09.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dc09.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dc09.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dc09.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dc09.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dc09.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dc09.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dc09.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dc09.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dc09.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dc09.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dc09.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dc09.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dc09.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dc09.wordpress.com&amp;blog=782439&amp;post=8&amp;subd=dc09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dc09.wordpress.com/2007/10/17/sosial-engineering-akses-masuk-bandara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7c3fd875d31081738790e71808d2a19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dc-09</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jalur Politis … mo dipake apa tetap bermain di teknis</title>
		<link>http://dc09.wordpress.com/2007/10/17/jalur-politis-%e2%80%a6-mo-dipake-apa-tetap-bermain-di-teknis/</link>
		<comments>http://dc09.wordpress.com/2007/10/17/jalur-politis-%e2%80%a6-mo-dipake-apa-tetap-bermain-di-teknis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Oct 2007 04:08:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dc09</dc:creator>
				<category><![CDATA[ICT]]></category>
		<category><![CDATA[Khusus Unmul]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dc09.wordpress.com/2007/10/17/jalur-politis-%e2%80%a6-mo-dipake-apa-tetap-bermain-di-teknis/</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai sebuah sub lembaga yang khusus menangani keseluruhan kegiatan ICT kampus, kami sesungguhnya memiliki core competence yang cukup lengkap dan handal, namun untuk urusan bidang politis … semua saling menjaga diri untuk tidak terlibat langsung di dalamnya, walau untuk tercebur di dalamnya sangatlah mudah, karena beberapa personal dalam Tim ICT Unmul punya jalur “special” langsung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dc09.wordpress.com&amp;blog=782439&amp;post=7&amp;subd=dc09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai sebuah sub lembaga yang khusus menangani keseluruhan kegiatan ICT kampus, kami sesungguhnya memiliki core competence yang cukup lengkap dan handal, namun untuk urusan bidang politis … semua saling menjaga diri untuk tidak terlibat langsung di dalamnya, walau untuk tercebur di dalamnya sangatlah mudah, karena beberapa personal dalam Tim ICT Unmul punya jalur “special” langsung ke para pengambil keputusan/orang-orang yang berpengaruh di DPRD</p>
<p>Tahun anggaran ini bisa jadi pelajaran yang cukup berarti buat semua pihak, kami sebagai user bisa memaksakan kebutuhan teknis yang sangat rumit dan anggaran yang cukup ketat (bahkan mencekik keuntungan yang bisa di peroleh pemenang tender), untuk kami sendiri, harus banyak belajar bahwa strategi ku tahun lalu untuk seharusnya sudah di jalankan sehingga tahun ini anggaran bisa di amankan seluruhnya, dan untuk kedepan, kita harus membuka saluran-saluran dana ke DPRD juga ke beberapa institusi lain yang memiliki dana dalam pengembangan ICT</p>
<p>K’lo tetap berharap bermain teknis, makin lama para pemborong semakin cerdas dan ada kemungkinan dapat mengambil alih perkerjaan ICT, kecuali ada teknologi baru yang bisa di adopsi, namun pemborong banyak akal nya, jadi untuk amannya, jalur-jalur politis harus di gunakan, agar kelihatan cantik … mari kita bermain di belakang layar saja <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dc09.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dc09.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dc09.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dc09.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dc09.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dc09.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dc09.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dc09.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dc09.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dc09.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dc09.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dc09.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dc09.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dc09.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dc09.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dc09.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dc09.wordpress.com&amp;blog=782439&amp;post=7&amp;subd=dc09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dc09.wordpress.com/2007/10/17/jalur-politis-%e2%80%a6-mo-dipake-apa-tetap-bermain-di-teknis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7c3fd875d31081738790e71808d2a19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dc-09</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Idealisme seorang pemimpin</title>
		<link>http://dc09.wordpress.com/2007/10/17/idealisme-seorang-pemimpin/</link>
		<comments>http://dc09.wordpress.com/2007/10/17/idealisme-seorang-pemimpin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Oct 2007 04:08:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dc09</dc:creator>
				<category><![CDATA[ICT]]></category>
		<category><![CDATA[Khusus Unmul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dc09.wordpress.com/2007/10/17/idealisme-seorang-pemimpin/</guid>
		<description><![CDATA[“Saya ini di amanahkan PR IV untuk memegang ICT Center Unmul dan dengan amanah tersebut saya ada idealisme untuk mempertahankan anggaran agar di belanjakan semaksimal mungkin untuk kelancaran kegiatan ICT Center Unmul. Kami ini punya keperluan yang cukup banyak dan mohon untuk tidak lagi di potong-potong untuk hal-hal di luar kegiatan ICT Unmul” itulah kata-kata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dc09.wordpress.com&amp;blog=782439&amp;post=6&amp;subd=dc09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Saya ini di amanahkan PR IV untuk memegang ICT Center Unmul dan dengan amanah tersebut saya ada idealisme untuk mempertahankan anggaran agar di belanjakan semaksimal mungkin untuk kelancaran kegiatan ICT Center Unmul. Kami ini punya keperluan yang cukup banyak dan mohon untuk tidak lagi di potong-potong untuk hal-hal di luar kegiatan ICT Unmul” itulah kata-kata seorang Leader ICT Center ketika membuka negosiasi dengan pihak “titipan” anggota DPRD sebagai pengusung dana belanja ICT Unmul anggaran APBD 2007</p>
<p>Konon dapat mempertahankan Idealisme merupakan salah satu sifat seorang Pemimpin sejati, tentu saja bukan idealisme buta, namun pernuh perhitungan dan kebijaksanaan. Karena perlu memikirkan hal-hal kedepan yang mungkin saja bisa terjadi di luar prediksi.  Semoga para pemimpin-pemimpin kami di berikan hidayah dan tetap istiqomah dalam menjalankan tugas nya</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dc09.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dc09.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dc09.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dc09.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dc09.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dc09.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dc09.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dc09.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dc09.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dc09.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dc09.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dc09.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dc09.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dc09.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dc09.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dc09.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dc09.wordpress.com&amp;blog=782439&amp;post=6&amp;subd=dc09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dc09.wordpress.com/2007/10/17/idealisme-seorang-pemimpin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7c3fd875d31081738790e71808d2a19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dc-09</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
